Surah Ar-Rahman adalah salah satu surah dalam Al-Qur’an yang sangat dikenal karena keindahan susunan ayatnya dan kedalaman maknanya. Surah ini berada pada urutan ke-55 dalam Al-Qur’an dan terdiri dari 78 ayat. Nama Ar-Rahman diambil dari ayat pertama yang berarti “Yang Maha Pengasih”, salah satu sifat Allah yang menggambarkan kasih sayang-Nya yang luas kepada seluruh makhluk.
Salah satu ciri khas Surah Ar-Rahman adalah pengulangan ayat “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” yang muncul berkali-kali sepanjang surah. Pengulangan ini bukan sekadar gaya bahasa, tetapi merupakan pengingat yang kuat agar manusia dan jin menyadari begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan dalam kehidupan. Melalui ayat-ayatnya, surah ini menggambarkan berbagai tanda kekuasaan Allah, mulai dari penciptaan manusia, keteraturan alam semesta, hingga balasan bagi orang yang beriman dan orang yang ingkar.
Selain itu, Surah Ar-Rahman juga menggambarkan keseimbangan alam yang diciptakan Allah, keindahan surga yang dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa, serta peringatan tentang akibat bagi mereka yang mengingkari kebenaran. Oleh karena itu, surah ini sering dianggap sebagai surah yang menumbuhkan rasa syukur, mengingatkan manusia akan kebesaran Allah, dan mengajak setiap pembaca untuk merenungkan nikmat yang ada di sekelilingnya.
Membaca dan memahami Surah Ar-Rahman tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga membantu kita melihat kehidupan dengan perspektif yang lebih penuh syukur. Surah ini mengajarkan bahwa di balik setiap aspek kehidupan—baik yang besar maupun yang tampak kecil—terdapat tanda kasih sayang Allah yang seharusnya disadari dan disyukuri oleh manusia.
Surah Ar-Rahman dan Terjemahannya Lengkap
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الرَّحْمٰنُ
(1) Yang Maha Pengasih.
عَلَّمَ الْقُرْآنَ
(2) Dia telah mengajarkan Al-Qur’an.
خَلَقَ الْإِنْسَانَ
(3) Dia menciptakan manusia.
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
(4) Dia mengajarnya pandai berbicara.
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
(5) Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.
وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
(6) Tumbuhan dan pepohonan tunduk kepada-Nya.
وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ
(7) Dan langit telah Dia tinggikan dan Dia ciptakan keseimbangan.
أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ
(8) Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu.
وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ
(9) Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan jangan mengurangi keseimbangan itu.
وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ
(10) Dan bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk-Nya.
فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ
(11) Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ
(12) Dan biji-bijian yang berkulit serta tanaman yang harum baunya.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(13) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ
(14) Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ
(15) Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(16) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ
(17) Tuhan yang memelihara dua tempat terbit dan dua tempat terbenamnya matahari.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(18) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
(19) Dia membiarkan dua laut mengalir yang keduanya kemudian bertemu.
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ
(20) Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(21) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ
(22) Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(23) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ
(24) Dan milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di laut seperti gunung-gunung.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(25) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
(26) Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
(27) Tetapi wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(28) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ
(29) Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(30) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَا الثَّقَلَانِ
(31) Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu, wahai manusia dan jin.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(32) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
(33) Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(34) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِ
(35) Kepadamu akan dikirim nyala api dan asap sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(36) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ
(37) Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah seperti minyak yang mendidih.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(38) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فَيَوْمَئِذٍ لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلَا جَانٌّ
(39) Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(40) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ
(41) Orang-orang yang berdosa dikenal dari tanda-tandanya lalu mereka dipegang ubun-ubun dan kakinya.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(42) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ
(43) Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ
(44) Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang sangat panas.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(45) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
(46) Dan bagi orang yang takut akan kebesaran Tuhannya disediakan dua surga.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(47) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
ذَوَاتَا أَفْنَانٍ
(48) Kedua surga itu mempunyai pepohonan yang lebat.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(49) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ
(50) Di dalam keduanya ada dua mata air yang mengalir.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(51) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ
(52) Di dalam keduanya terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(53) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ
(54) Mereka berbaring di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal, dan buah-buahan di kedua surga itu dekat untuk dipetik.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(55) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
(56) Di dalamnya ada bidadari yang menjaga pandangannya, yang tidak pernah disentuh manusia atau jin sebelumnya.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(57) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ
(58) Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(59) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
(60) Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(61) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
(62) Dan selain dari kedua surga itu ada dua surga lagi.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(63) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مُدْهَامَّتَانِ
(64) Kedua surga itu hijau tua warnanya.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(65) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ
(66) Di dalam keduanya ada dua mata air yang memancar.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(67) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ
(68) Di dalam keduanya ada buah-buahan, kurma dan delima.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(69) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ
(70) Di dalamnya ada bidadari yang baik lagi cantik.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(71) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ
(72) Bidadari-bidadari yang dipingit dalam kemah-kemah.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(73) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
(74) Mereka tidak pernah disentuh manusia maupun jin sebelumnya.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(75) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ
(76) Mereka bertelekan pada bantal-bantal hijau dan permadani yang indah.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
(77) Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
(78) Maha Suci nama Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
